India Tengah Tetapkan Aturan Yang Tertunda Untuk Batasi PhonePe dan Google Pay, Kenapa?

- 14 Februari 2024, 08:25 WIB
Google Pay dilaporkan mengalami perombakan desain yang dapat membuat pengguna lebih mudah dalam melakukan pembayaran dengan NFC.
Google Pay dilaporkan mengalami perombakan desain yang dapat membuat pengguna lebih mudah dalam melakukan pembayaran dengan NFC. /Dok. Google Blog/

KILAS KLATEN – India tengah berjuang untuk mengimplementasikan aturan yang telah tertunda lama dalam upaya membatasi dominasi PhonePe dan Google Pay dalam jaringan pembayaran negara itu.

Aturan pembatasan PhonePe dan Google Pay ini menjadi sorotan utama dalam upaya menyeimbangkan pangsa pasar dalam sistem pembayaran Unified Payments Interface (UPI) yang semakin merakyat di India, yang transaksi bulanannya mencapai lebih dari 10 miliar, UPI menjadi tulang punggung pembayaran digital India.

Namun, dominasi yang dipegang oleh PhonePe dan Google Pay di India, dengan lebih dari 83% pangsa pasar, telah menimbulkan kekhawatiran tentang keseimbangan ekosistem pembayaran tersebut.

National Payments Corporation of India (NPCI), sebuah badan khusus di bawah bank sentral India, telah merumuskan rencana untuk membatasi pangsa pasar perusahaan dalam sistem UPI hingga 30%.

Baca Juga: Apple Kirim Lebih Dari 10 Juta Unit iPhone Untuk Pertama Kali Ke India, Lampaui Capaian Samsung

Hal ini bertujuan untuk mengurangi dominasi dua raksasa teknologi, PhonePe yang didukung oleh Walmart dan Google Pay milik Alphabet.

Namun, pelaksanaan aturan ini menghadapi sejumlah hambatan teknis yang belum terpecahkan.

Para pejabat NPCI mengakui bahwa mereka menghadapi tantangan dalam menurunkan dominasi dua perusahaan tersebut, terutama setelah rival utama, Paytm, mengalami kesulitan setelah tindakan regulasi yang ketat.

NPCI bahkan telah mencari ide dari pemain industri untuk mencari solusi atas masalah ini.

Meskipun demikian, NPCI masih belum menemukan cara yang efektif untuk melaksanakan aturan tersebut.

Tantangan ini menjadi semakin menonjol setelah sebuah panel parlemen mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah India untuk mendukung perusahaan fintech domestik guna melawan dominasi PhonePe dan Google Pay.

Baca Juga: Berikut Jadwal Laga Piala Asia hingga kiprah Indonesia di India Open

Rekomendasi ini muncul setelah bank sentral memerintahkan Paytm untuk menghentikan beberapa operasi di Paytm Payments Bank, yang merupakan entitas terkait dalam grup layanan keuangan.

Kekhawatiran atas dominasi PhonePe dan Google Pay juga mencuat dari brokerage firm Macquarie yang secara dramatis menurunkan target harga 12 bulan untuk Paytm.

Mereka mengkhawatirkan kemungkinan mitra pemberi pinjaman dan pelanggan Paytm akan meninggalkan platform tersebut.

Kehilangan pangsa pasar Paytm ini kemungkinan akan semakin memperkuat dominasi PhonePe dan Google Pay.

Baca Juga: ByteDance Tutup Layanan Streaming Musik Resso di India, Ini Alasannya

Dalam upaya untuk mematuhi batas pangsa pasar 30%, PhonePe dan Google Pay kemungkinan besar harus menghentikan penambahan pengguna baru.

Namun, sementara NPCI masih mencari cara untuk menyelesaikan dilema ini, PhonePe terus mengeluarkan biaya pemasaran guna memperoleh lebih banyak pangsa pasar.

Dengan demikian, implementasi aturan untuk mengurangi dominasi PhonePe dan Google Pay masih menjadi pekerjaan yang belum terselesaikan bagi India.***

Editor: Fajar Sidik Nur Cahyo

Sumber: Techcrunch


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah