BKKBN Gencarkan Sosialisasi ASI Untuk Cegah Stunting pada Anak, Apa Itu Stunting? Apa Penyebabnya?

- 11 Desember 2022, 19:19 WIB
BKKBN Gencarkan Sosialisasi ASI Untuk Cegah stunting Pada Anak, Apa Itu Stunting? Apa penyebabnya?
BKKBN Gencarkan Sosialisasi ASI Untuk Cegah stunting Pada Anak, Apa Itu Stunting? Apa penyebabnya? /Antara
KILAS KLATEN - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN Muh Rizal Martua Damanik mengencarkan sosialisasi Air Susu Ibu (ASI) untuk mencegah Stunting pada anak.
 
Rizal mengatakan disela kunjungan kerjanya di Kabupaten Lawu pada hari ini, Minggu, 11 Desember 2022, pemanfaatan ASI ini harus mendapatkan dukungan keluarga, agar anak menjadi sehat dan terhindar dari Stunting.
 
Pada kesempatan tersebut, ia juga meminta agar pihak Percepatan Penurunan Stunting (PPS) para penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta Pengurus Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan dan desa senantiasa mengedukasi masyarakat agar mendorong para ibu memberikan ASI pada anak-anaknya.
 
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, terserang infeksi yang berulang, maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai.
 
 
Seorang anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan menurut usianya lebih dari dua standar deviasi, di bawah ketetapan Standar Pertumbuhan Anak WHO.
 
Tindakan pencegahan stunting tentu lebih bijak dilaksanakan oleh semua orang di lingkungannya, terutama yang terdapat anak balita dan pasangan usia muda terhadap kemungkinan terjadinya stunting, daripada harus melakukan upaya penanganan setelah stunting itu terjadi. 
 
Biaya pencegahan stunting tentu lebih murah dan dampaknya tentu akan lebih terkendali, daripada apabila sudah terjadi stunting. 
 
Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting:
 
1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
 
Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. 
 
Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter. 
 
Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.
 
 
2. Beri Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
 
Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. 
 
Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.
 
3. Dampingi ASI Eksklusif dengan Makanan Pendaping Air Susu Ibu (MPASI) sehat
 
Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. 
 
Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. 
 
WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.
 
 
4. Terus memantau tumbuh kembang anak
 
Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. 
 
Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. 
 
Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.
 
5. Selalu jaga kebersihan lingkungan
 
Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. 
 
Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Studi yang dilakukan di Harvard Chan School menyebutkan diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut. 
 
Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia.***

Editor: Fajar Sidik Nur Cahyo

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah